Kabupaten Bogor - Teras Tamansari adalah Media Komunikasi Komunitas Tanah Impian di Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor (ETI)

Wanita Cantik di Mata Pria

Wanita Cantik di Mata Pria
Wanita-wanita Berparas Menawan Hati

News

Back to Kabupaten Bogor

Misteri Curuk Nangka, Curug Daun, Curug Kawung, dan Curug Belong

Curug Nangka
Curung Nangka (Tamansari) - Dari sisi sejarah, nama wisata Curug Nangka diambil dari  pohon nangka yang buahnya sebesar gulungan kasur, dan pohon tersebut Cuma satu-satunya pohon yang dekat dengan Curug (Air Terjun - dalam bahasa Sunda, red) tersebut,. Dari situlah orang-orang, akhirnya menyebut lokasi tersebut dengan nama “Curug Nangka”.

Selain itu, di Curug tesebut, dipercaya ada lubang yang bisa tembus ke Lokasi Cipatuhunan Kute Maneh Sukabumi, dan di Curug tersebut ada juga tempat, atau ruangan untuk ber-semedi.

Banyak juga yang mengatakan, bahwa Curug Nangka merupakan tempat Ziarah, konon  sesepuh yang menempatinya, antara lain: Raden Surya Kencana, Bah Haji Gempor, Bah Jamrong, dll.

Ternyata lokasi Curung Nangka ini, merupakan tempat lokasi beberapa Curug sekaligus, dimana diatas Curug Nangka, ada Curug, yang dinamakan "Curug Daun,."

Curug Daun yang merupakan  kubangan untuk orang mandi.  Dari sisi sejarah nama Curug Daun muncul, karena dahulunya ada orang yang melihat, bahwa di Curug tersebut ada daun yang sebesar pintu, maka sampai sekarang orang-orang menyebutnya Curug Daun.
  
Diatas Curug Daun ada juga sebuah Curug yang disebut "Curug Kawung,"  nama tersebut dikarenakan dahulunya ada pohon Kawung / Aren di dekat Curug tersebut, skarena legenda tersebut, maka sampai sekarang, pohon kawung tersebut tidak ada orang yang berani menebangnya.

Masih ada satu lagi di dekat areal parkiran Curug Nangka, yakni "Curug Belong Kali Mati."  Dahulukala, Curug tersebut tempat mandi orang-orang Belanda, dan tempat tersebut  sekaligus tempat penggilingan batu, oleh karenya sampai sekarang masih disebut Curug Belong.

Curug Nangka dibuka oleh Perhutani tahun 1991 jadi Wana Wisata Curug Nangka dengan luas 17 ha petak 40a RPH Sukamantri BKPH Bogor KPH Bogor, termasuk dalam wilayah administrative Desa Sukajadi dan Desa Gunung malang Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor.

Sumber : http://www.perumperhutani.com

Tips Menuju Curug Nangka

Bagi Sobat yang tinggal di wilayah Bogor Barat (Darmaga, Ciampea, Tamansari, dll) bila akan menuju Curug Nangka dan naik kendaraan umum...

Cara Pertama
Sobat bisa naik angkot dari pertigaan Ciherang yang menuju Nambo, karena lebih enak, lebih dekat, dan ongkosnya lebih murah. 

Naik angkot Ciherang yang jurusan Nambo, dan setelah sampai di Nambo untuk menuju ke curugnya, Sobat harus naik ojeg, karena tidak ada angkot yang menuju Curug Nangka. 


Cara Kedua
Sobat bisa naik angkot dari pertigaan Ciherang yang menuju Nambo, bisa turun di pertigaan sebelum Nambo, yang disebut oleh masyarakat setempat sebagai Pangkalan. 

Pertigaan tersebut ada di Desa Sukajadi. Dari pertigaan Ciherang sampai Pangkalan Desa Sukajadi hanya membutuhkan waktu 35 menit.

Di Pangkalan sudah banyak angkot jurusan Ciapus (Warung Loa), jadi Sobat tidak perlu naik ojeg, yang ongkosnya relatif lebih mahal.

Dari Pangkalan, dengan menaiki angkot, hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk sampai di petigaan menuju Curug Nanka. 

Dari pertigaan, Sobat bisa jalan kaki menuju Curug Nangka.

Demikian trayek untuk sampai di Curug Nangka

Foto : Istimewa

Parahyangan Agung Jagatkharta, Pura Terbesar di Asia Tenggara


Di lereng gunung Salak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terdapatlah pura Parahyangan Agung Jagatkharta. Pura seluas sekitar tiga hektar itu, merupakan tempat peribadatan umat Hindu terbesar di Jawa Barat.

Pemandangan yang masih sangat alami, sejuk, tenang, dan jauh dari keramaian. Menyajikan suasana hening, membuat kita bersatu dengan alam. 

Hembusan angin pagi, diiringi cahaya matahari dari balik lereng gunung Salak, adalah bukti Kebesaran Sang Widhi Tattwa. 

Untuk mencapai pura yang sangat indah ini, Sobat harus menempuh sekitar 1.6 kilometer dari Kampung Loa.

Eksistensi Pura Parahyangan Agung Jagatkharta sangat penting bagi kegiatan Spiritual umat Hindu, selain tempat ibadah, kawasan Suci ini juga diyakini oleh Umat Hindu sebagai simbol kebesaran kerajaan Padjadjaran. Kerajaan Hindu terakhir di tanah Parahyangan.

Foto : Istimewa



Wanita Cerdas Hormati Pria Berpengetahuan Luas

Wanita Cerdas Hormati Pria Berpengetahuan Luas
Jendela Nusantara

Proud to be Indonesia

Proud to be Indonesia
Back to Local Wisdom
Back To Top